Widget HTML Atas

Karyawan dengan gaji kecil, perlukah punya asuransi

Karyawan dengan gaji kecil, perlukah punya asuransi?

     Meminimalkan risiko yang terjadi dalam kehidupan adalah dengan memiliki asuransi. Namun sayangnya, tidak semua orang berpikir pentingnya ber asuransi. Salah satu alasan adalah gaji yang kecil tidak cukup untuk membayar premi yang tak murah.

     Padahal, menurut perencana keuangan OneShildt, M. Andoko, dalam konteks perencanaan keuangan, asuransi jiwa menjadi pilar utama, karena bertujuan memproteksi aset terbesar yang dimiliki. Aset terbesar itu adalah diri kita sendiri.

     Menurutnya, bukan sebuah alasan penghasilan yang pas-pasan untuk menunda asuransi. “Kadang mereka yang masih single bisa menunda (membeli asuransi), tetapi itu bukan pilihan yang terbaik,” ungkapnya, belum lama ini.

     Contohnya, kata dia, jika memiliki penghasilan Rp 5 juta saja per bulan, apabila mengikuti asuransi jiwa dengan uang pertanggungan misalnya Rp 200 juta, maka jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, tertanggung seperti anak, istri, atau keluarga yang terpilih sebagai tertanggung, masih dapat hidup dengan biaya yang sama selama 40 bulan ke depan.

     “Kalau kita kerja dan kita tidak ada bonus misalnya, sarannya gunakanlah yang bujet bulanan,” katanya.

     Tidaklah sulit menyisihkan penghasilan Rp 200 ribu saja per bulan untuk membeli asuransi, dengan memilih produk asuransi jiwa yang lebih murah dengan cakupan proteksi yang lebih tinggi.

     Meski begitu, agar rencana asuransi jiwa semaksimal mungkin, maka harus memiliki tujuan memiliki asuransi. Hal ini dilakukan agar tidak berhenti di pertengahan jalan dengan alasan masih memiliki gaji kecil sementara manfaat tidaklah dirasakan.

     Meski memiliki gaya hidup yang cenderung boros, tidak sedikit yang sudah memahami pentingnya memilik asuransi untuk melindungi kesehatan. Artinya, anggapan milenial yang rentan terhadap pengelolaan keuangan dan tidak peduli dengan keselamatan diri dapat dipatahkan dengan kesadaran memiliki asuransi kesehatan.

     Berdasarkan Les Mills Global Consumer Fitness Survey, 48 persen Milenial berusia 18 tahun ke atas melakukan latihan fisik rutin di pusat kebugaran, angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Generasi X yang hanya sejumlah 32 persen dan Baby Boomer hanya 20 persen. Selain itu, Alvaro Research Center 2017 menemukan sebanyak 41,1 persen Generasi Milenial memiliki spontaneous pada produk asuransi kesehatan.

     Dengan data tersebut, dapat diartikan bahwa mereka sudah memahami pentingnya memiliki asuransi kesehatan yang tidak hanya untuk diri sendiri dan keluarga juga menjamin kualitas hidup mereka di masa depan.

     Sementara itu, Perencana Keuangan Irshad Wicaksono Ma’ruf mengatakan, dalam ilmu perencanaan keuangan yang seharusnya diutamakan adalah asuransi, kemudian baru investasi. Dan kini sudah banyak kaum milenial yang sadar akan pentingnya manfaat asuransi untuk proteksi risiko hidup ke depan.

     Dia menjelaskan, Milenial pasti memiliki cita-cita dan impian yang membutuhkan aktualisasi atau unjuk diri. Begitu pula dalam hal keuangan, banyak keinginan yang ingin diwujudkan, mulai dari memiliki rumah, menyiapkan pernikahan, modal usaha, dan lainnya. Jadi selagi mereka masih memiliki energi yang baik dan usia masih produktif, maka harus memanfaatkan sebaik mungkin. Termasuk memiliki jaminan kesehatan.

     “Dengan adanya asuransi bila terjadi risiko, keuangan sehari-hari maupun cita-cita keuangan masa depan tetap dapat berjalan,” kata Irshad.

     Menurutnya, dengan memiliki jaminan kesehatan, maka dapat membuat pikiran lebih tenang dan akan semakin fokus mencari penghasilan yang lebih baik. Apalagi jika usia semakin muda, maka preminya yang dibayarkan juga semakin murah namun dengan proteksi maksimal.

     Aturan tersebut juga berlaku di semua jenis asuransi, semakin bertambah usia, semakin tinggi harga premi yang harus dibayar. Logikanya, di usia muda risiko untuk terkena penyakit akan lebih kecil. Jadi, kemungkinan akan membutuhkan asuransi dengan segera juga lebih kecil.

Karyawan dengan gaji kecil, perlukah punya asuransi
Karyawan dengan gaji kecil, perlukah punya asuransi


Kenapa perlu memiliki asuransi jiwa meski gaji kecil

     Guna meminimalkan risiko adalah dengan memiliki asuransi. Memang terkadang seseorang takut memiliki asuransi lantaran pembayaran premi yang tidak murah.

     Adakalanya, penghasilan yang minim membuat sebagian orang merasa takut membeli asuransi. Bahkan sudah survei sana-sini, tetapi belum bisa menemukan produk asurasi yang cocok.

     Padahal, perencana keuangan OneShildt M. Andoko menilai dalam konteks perencanaan keuangan, asuransi jiwa menjadi pilar utama, karena bertujuan memproteksi aset terbesar yang kita miliki. Aset terbesar itu adalah diri kita sendiri.

     Menurutnya, penghasilan yang pas-pasan sebetulnya bukan suatu alasan untuk menunda asuransi. “Kadang mereka yang masih single bisa memunda (membeli asuransi), tetapi itu bukan pilihan yang terbaik,” uungkapnya.

     Dia mencontohkan anda memiliki penghasilan Rp5 juta per bulan. Katakan sejumlah uang tersebut adalah seluruh income untuk anak dan istri anda. Apabila anda mengikuti asuransi jiwa dengan uang pertanggungan misalnya Rp200 juta, maka jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, istri dan anak masih dapat hidup dengan biaya yang sama selama 40 bulan ke depan.

     “Kalau kita kerja dan kita tidak ada bonus misalnya, sarannya gunakanlah yang bujet bulanan,” katanya.

     Dengan demikian, penghasilan yang pas-pasan disarankan tetap membeli asuransi, dengan memilih produk asuransi jiwa yang lebih murah dengan cakupan proteksi yang lebih tinggi.

     Namun, agar dapat merencanakan asuransi jiwa Anda seoptimal mungkin, Anda harus menentukan, apa tujuan Anda ingin mengambil asuransi jiwa, sehingga dapat lebih fokus dalam merencanakan asuransi jiwa jika memiliki dana yang terbatas.

     “Karena prinsipnya ada cost ada benefitnya, kalau bayar lebih mahal harusnya benefitnya lebih tinggi,” kata Andoko.

perlunya memiliki asuransi jiwa untuk karyawan gaji kecil dan pas pasan
perlunya memiliki asuransi jiwa untuk karyawan gaji kecil dan pas pasan


Gaji kecil mau punya asuransi? Ini 5 trik dapatkan premi terjangkau

     Asuransi semakin penting untuk dimiliki karena manfaatnya yang ganda. Selain mengurangi risiko di masa depan juga bisa dijadikan sebagai instrumen investasi. Namun sayangnya, masih banyak orang yang enggan memiliki asuransi karena alasan premi yang tidak terjangkau.

     Premi adalah kewajiban yang harus dibayar kepada pihak asuransi setiap bulannya, sebagai biaya tanggungan jika suatu risiko terjadi padamu. Jumlah premi ini sangat beragam, misalnya premi pada produk asuransi kesehatan, besarannya tergantung beberapa faktor seperti umur atau kondisi kesehatan.

     Ya, persepsi bahwa asuransi itu mahal sering kali menjadi alasan masyarakat Indonesia untuk tak memilikinya.

     Di kuartal I 2019, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan jumlah yang tertanggung oleh industri asuransi jiwa baru 53 juta orang. Angka ini turun sebanyak 9,1 persen dibandingkan pada tahun sebelummya. Kekhawatiran masalah premi ini sebenarnya tidak perlu kamu pikirkan lagi. Apalagi menunda punya asuransi karena alasan gaji kecil.

     Banyak cara untuk tetap bisa memiliki asuransi, khususnya kesehatan dan jiwa dengan premi terjangkau. Coba 5 trik berikut, deh!

1. Ajukan di usia muda

     Besaran premi umumnya diukur berdasarkan risiko. Faktor yang mempengaruhi risiko sendiri adalah usia. Makin tua usia, seseorang dianggap lebih riskan terkena penyakit hingga menyebabkan kematian. Alhasil usia yang lebih tua dikenakan premi lebih tinggi dibandingkan usia muda.

     Namun, banyak orang yang justru menganggap usia muda belum penting-penting amat punya asuransi, karena merasa masih jauh dari risiko penyakit. Mindset ini harus dirubah karena musibah tidak mengenal usia. Pasalnya dalam kondisi calon peserta sudah memiliki penyakit, asuransi kemungkinan besar akan menambahkan ekstra premi yang membuat premi menjadi mahal.

2. Hindari asuransi seumur hidup

     Asuransi seumur hidup memiliki “konsep” proteksi tanpa batas. Namun, premi yang harus dibayarkan sangatlah mahal. Semisal asuransi untuk melindungi peserta sampai usia 70 tahun, preminya akan lebih murah daripada perlindungan hingga usia 100 tahun. Maka dari itu agar lebih menghemat, kamu cukup mengambil asuransi yang melindungi sampai usia tertentu saja.

3. Jangan sembarang memilih rider

     Dalam pembelian asuransi, umumnya agen akan menawarkan manfaat tambahan atau disebut rider. Misalnya di asuransi jiwa ada sub perlindungan lain seperti penyakit kritis dan kecelakaan. Bagi para agen, penawaran ini akan menambah komisi mereka jika calon peserta mengiyakan. Masalahnya harga rider tidaklah murah. Pastikan kamu memang butuh ketika ingin menambahkan manfaat ini.

Saat mengambil rider penyakit kritis, baiknya pahami terlebih dulu hal-hal berikut;

  1. Apa saja jenis penyakit yang di-cover?
  2. Kapan asuransi penyakit kritis bisa diklaim?
  3. Pada stadium berapa uang cair? 
  4. Pikirkan secara matang, baru putuskan ambil atau tidak.

4. Gunakan asuransi keluarga

     Jika kamu berkeluarga, katakanlah memiliki dua orang anak, bagaimana cara membeli asuransi kesehatan dengan premi murah? Dalam kasus ini, kamu mungkin diharuskan membeli 4 polis asuransi. Biaya pun jadi mahal karena preminya lebih dari satu.

     Nah solusi terbaiknya, cari asuransi kesehatan keluarga. Secara teknis, peserta hanya perlu membeli satu asuransi keluarga. Besaran polisnya sudah diakumulasikan dengan harga yang tentunya lebih murah.

5. Atur sesuai tagihan

     Dalam asuransi kesehatan, ada dua metode penggantian tagihan (reimbursement) biaya rawat inap rumah sakit, antara lain sebagai berikut:

Sesuai inner limit, di mana batas maksimum akan ditentukan oleh pihak penanggung.

Sesuai tagihan (as charged), ini berarti pihak penanggung akan mengganti berapapun biaya tagihan perawatan rumah sakit selama limit tahunan masih tersedia.

Cara kedua akan lebih menguntungkanmu karena tidak perlu membayar biaya perawatan dengan uang pribadi. Dengan begitu, kamu tidak akan terbebani oleh biaya premi dan biaya perawatan sekaligus.

     Memiliki asuransi menjadi hal penting yang harus diupayakan, terutama jika kamu sudah memiliki tanggungan alias berkeluarga. Berapapun gajimu, bisa kok punya asuransi jiwa dengan premi Rp400.000/bulan dan mendapat UP (Uang Pertanggungan) hingga Rp2 miliar.


Tidak ada komentar untuk "Karyawan dengan gaji kecil, perlukah punya asuransi"

perbandingan asuransi mobil kutipan perbandingan asuransi mobil kutipan perbandingan asuransi mobil